Gianyar – Sukawati, Rabu (22/7/2026)
Pembangunan tidak hanya diawali dengan perencanaan yang matang, tetapi juga
penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Semangat tersebut
tampak dalam pelaksanaan upacara adat ngeruak/nuasen di kawasan Jembatan Banjar
Silakarang, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, yang mendapat
pendampingan langsung dari Babinsa Desa Singapadu Kaler Koramil
1616-05/Sukawati, Serda I Wayan Sudiarta.
Prosesi sakral tersebut dilaksanakan
sebagai bentuk permohonan restu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta memohon
izin kepada alam sebelum dimulainya pembangunan Jembatan Garuda, salah satu
program strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang
pengerjaannya dikomandoi oleh Kodim 1616/Gianyar. Kehadiran Babinsa menjadi
wujud dukungan TNI dalam menjaga harmoni antara pembangunan nasional dengan
pelestarian adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Upacara adat diikuti sekitar 20 warga
Banjar Silakarang dan dihadiri Perbekel Desa Singapadu Kaler I Made Karjana,
Klian Dinas Banjar Silakarang I Nyoman Sudiana, Klian Adat Banjar Silakarang I
Wayan Santra, Wakil Klian Adat I Komang Wiyandana, Klian Tempek Tengah I Kadek
Adi, Klian Tempek Kangin Gede Lara, serta tokoh masyarakat I Wayan Polos.
Rangkaian ritual berlangsung khidmat
dengan harapan seluruh tahapan pembangunan Jembatan Garuda dapat berjalan
lancar, aman, serta dijauhkan dari segala hambatan maupun hal-hal yang tidak
diinginkan. Prosesi kemudian ditutup dengan persembahyangan bersama yang
dipuput oleh Jero Mangku Pura Pucak.
Melalui pendampingan ini, Babinsa
kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan yang tidak hanya mengawal
program pembangunan pemerintah, tetapi juga hadir menjaga nilai-nilai budaya,
mempererat kebersamaan, serta memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat demi
terwujudnya pembangunan yang selaras dengan kearifan lokal.
(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar