Gianyar – Sukawati, Senin (4/5/2026)
Di tengah kentalnya nuansa spiritual dan budaya Bali,
kehadiran Babinsa kembali menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran
kegiatan masyarakat. Bertempat di Pesraman Pucuk Bang, Jalan Kelaci, Desa Adat
Celuk, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Babinsa Desa Celuk Koramil
1616-05/Sukawati, Sertu I Komang Kamaryana melaksanakan pendampingan sekaligus
pengamanan kegiatan upacara adat Manusa Yadnya, yakni Mebayuh Otonan.
Upacara Mebayuh Otonan bukan sekadar tradisi, melainkan
ritual sakral dalam ajaran Hindu Bali yang memiliki makna mendalam sebagai
proses penyucian diri manusia. Upacara ini dilaksanakan berdasarkan hari
kelahiran (otonan) dengan tujuan menyeimbangkan unsur lahir dan batin, serta
membersihkan pengaruh negatif yang dikenal sebagai Sad Ripu dalam diri manusia.
Melalui prosesi ini, umat memohon keselamatan, kesehatan, keharmonisan, serta
ketenangan batin dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan pebayuhan kali ini diikuti oleh enam orang pemedek
yang berasal dari Desa Gemeh, Denpasar, dan dipuput oleh Ida Diksita Ngurah Rai
Manuaba. Prosesi berlangsung dengan khidmat, penuh kekhusyukan, serta sarat
makna spiritual.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa hadir tidak hanya untuk
memastikan keamanan dan ketertiban selama upacara berlangsung, tetapi juga
sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di
tengah masyarakat. Kehadiran Babinsa diharapkan mampu memberikan rasa aman
sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dengan masyarakat adat.
Dengan pendampingan humanis dan penuh kepedulian, Babinsa
terus berperan aktif dalam setiap kegiatan masyarakat, baik dalam situasi
sosial maupun keagamaan, sebagai wujud nyata pengabdian TNI yang selalu hadir
di tengah rakyat.
(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar