Gianyar – Ubud, Rabu (22/4/2026)
Di tengah denyut pelestarian budaya
Bali yang terus menggeliat, Danramil 1616-02/Ubud Mayor Inf I Gede Astawa
menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebangkitan seni tradisional dengan
menghadiri acara Re-Launching Cak Godongan Banjar Kawan Desa Mas yang digelar
di Djana Tilem Museum, Banjar Batanancak, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten
Gianyar.
Kehadiran Danramil menjadi bagian dari
sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga serta
menghidupkan kembali warisan budaya yang hampir meredup. Acara ini sekaligus
menjadi momentum penting bagi para seniman lokal untuk kembali menampilkan
identitas seni khas Desa Mas yang sarat makna dan nilai kebersamaan.
Dalam sambutannya, Perbekel Desa Mas
menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan serta
dukungan para seniman, yang ditandai dengan penyerahan piagam kepada Kelian
Adat Banjar Kawan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dalam pelestarian
budaya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Gianyar
I Gusti Bagus Adi Widya Utama menegaskan bahwa semangat para seniman Desa Mas
patut diapresiasi. Ia berharap dengan dihidupkannya kembali Cak Godongan, dapat
menarik minat wisatawan untuk datang ke Bali, khususnya Ubud. Selain itu,
melalui peran Dinas Kebudayaan, berbagai upaya rekonstruksi seni tradisional
yang hampir punah akan terus digencarkan, sejalan dengan semangat “ngiring
sareng-sareng” demi kemajuan Gianyar.
Pementasan Tari Cak Godongan yang
dibawakan oleh seniman Banjar Kawan Desa Mas menjadi puncak acara. Tarian ini
menonjolkan kekompakan suara dan gerakan “cak” yang khas, mencerminkan nilai
kebersamaan dan kekuatan kolektif masyarakat adat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang
pelestarian seni, namun juga memiliki potensi besar dalam mendukung sektor
pariwisata di wilayah Bali, khususnya Desa Mas sebagai salah satu pusat seni
budaya di Gianyar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut
Sekda Kabupaten Gianyar, Konsulat Jenderal Jepang, jajaran OPD terkait, tokoh
seni dan budaya, unsur Forkopimcam Ubud, serta masyarakat Desa Mas yang
antusias menyaksikan kebangkitan kembali Cak Godongan.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar