Gianyar - Ubud,
Selasa (3/3/2026) Upaya pencegahan penyebaran rabies terus digencarkan di
wilayah Kabupaten Gianyar. Bertempat di Desa Singakerta, Kecamatan Ubud,
Babinsa Singakerta Koramil 1616-02/Ubud Kopda Kadek Endra Wirawan bersama
Bhabinkamtibmas Desa Singakerta Aiptu I Made Widastra melaksanakan pendampingan
kegiatan vaksinasi rabies yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan
Peternakan Kabupaten Gianyar.
Kegiatan ini
merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan angka penyebaran
penyakit rabies, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya
menjaga kesehatan hewan peliharaan. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas tidak
hanya untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, tetapi juga sebagai
bentuk dukungan moril kepada petugas serta memberikan imbauan langsung kepada
warga agar aktif memvaksin hewan peliharaannya.
Pelaksanaan
vaksinasi melibatkan 9 tim dokter hewan dari UPTD Puskeswan I Dinas Pertanian
Kabupaten Gianyar yang dipimpin oleh Drh. I Wayan Widnyana bersama Drh. I Made
Satria Marthady Putra, Drh. I Wayan Sarpa, Drh. Eka Ritnawaty, Drh. I Made Dodi
Gunawan, Drh. I Dewa Made Dwi Parwata, Drh. Kadek Chindy Budiartami, Drh. I
Gede Ari Semara, dan Drh. Ni Kadek Muliani, serta didukung 18 orang pendamping.
Kegiatan
vaksinasi dibagi menjadi dua gelombang guna menjangkau seluruh banjar di Desa
Singakerta secara maksimal.
Pada gelombang
pertama yang dilaksanakan Senin (2/3/2026), menyasar wilayah Banjar Jukut Paku,
Banjar Dangin Labak, Banjar Tengah, Banjar Dauh Labak, Banjar Lobong, Banjar
Katik Lantang, dan Banjar Kengetan dengan capaian sebanyak 856 ekor anjing
peliharaan tervaksinasi.
Selanjutnya
pada gelombang kedua, Selasa (3/3/2026), kegiatan menyentuh Banjar Tebongkang,
Banjar Tunon, Banjar Lodtunduh, Banjar Batuh, Banjar Tewel, Banjar Semana, dan
Banjar Buduk dengan jumlah 967 ekor anjing peliharaan berhasil divaksin.
Secara
keseluruhan, ribuan hewan peliharaan di wilayah Desa Singakerta telah
mendapatkan vaksin rabies sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan
masyarakat. Sinergi antara aparat kewilayahan, tenaga medis hewan, dan
partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.
Dengan
pendampingan yang humanis dan komunikatif, Babinsa berharap kesadaran
masyarakat terhadap bahaya rabies semakin meningkat, sehingga tercipta
lingkungan desa yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman penyakit menular.
(Pendim
1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar