Gianyar – Ubud, Kamis (5/3/2026) Di tengah suasana sakral dan penuh khidmat, rangkaian upacara adat
Pitra Yadnya (Ngaben) almarhumah Sang Ayu Putu Wija (Ibu Mangku) di Desa Adat
Kedewatan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, berlangsung dengan tertib dan penuh
penghormatan. Prosesi adat yang sarat makna spiritual ini juga mendapat
pengawalan dari aparat kewilayahan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan
lancar.
Babinsa Desa Kedewatan Koramil 1616-02/Ubud Peltu Ida Bagus
Didi Kesuma bersama Bhabinkamtibmas Desa Kedewatan Aiptu I Nyoman Sutama
bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Kedewatan melaksanakan pengamanan
sekaligus pengaturan arus lalu lintas selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Rangkaian upacara diawali dengan prosesi Ngayab Pralina,
dilanjutkan dengan Melaspas Petulangan berupa Padma dan Lembu Putih serta
pelaksanaan Mecaru Ngelamuk Mepegat sebagai bagian dari tahapan ritual
penyucian dalam tradisi Ngaben. Prosesi tersebut dihadiri oleh keluarga besar,
krama adat, serta masyarakat yang turut memberikan penghormatan terakhir kepada
almarhumah.
Sekitar pukul 12.15 Wita, jenazah kemudian diusung oleh
keluarga dan warga menuju Setra Desa Adat Kedewatan untuk melaksanakan prosesi
kremasi. Upacara perabuan tersebut dipuput oleh Ida Begawan Griya Lungsiakan,
yang memimpin jalannya prosesi hingga selesai dengan suasana yang penuh
khidmat.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas
dan Pecalang turut mendampingi serta mengawal jalannya kegiatan adat dari rumah
duka hingga prosesi perabuan di setra. Kehadiran aparat kewilayahan ini tidak
hanya bertujuan menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga
sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan TNI-Polri dengan masyarakat dalam
setiap kegiatan adat di wilayah binaan.
Berkat sinergi yang baik antara aparat keamanan, perangkat
desa, pecalang, serta partisipasi masyarakat, seluruh rangkaian upacara Ngaben
dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar