Gianyar –
Blahbatuh, Jumat (13/3/2026) Semangat kreativitas generasi muda kembali menyala
di Wantilan Pura Dalem Gede Desa Adat Bona. Sorak dukungan para pemuda, dan
warga , serta kemegahan karya ogoh-ogoh menjadi saksi antusiasme masyarakat
dalam mengikuti penilaian Lomba Ogoh-ogoh Kecamatan Blahbatuh dalam rangka
menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948.
Dalam kegiatan
yang berlangsung di Wantilan Pura Dalem Gede Desa Adat Bona, Desa Bona,
Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar tersebut, Babinsa Desa Bona Koramil
1616-04/Blahbatuh Serda I Nyoman Widastra turut hadir memenuhi undangan
sekaligus melaksanakan pendampingan kegiatan masyarakat. Kehadiran Babinsa
menjadi bagian dari komitmen aparat kewilayahan untuk mendukung pelestarian
seni budaya Bali serta menjaga kondusivitas wilayah.
Penilaian lomba
ogoh-ogoh kali ini diwakili oleh Banjar Dana Desa Bona, yang menampilkan karya
penuh kreativitas dan makna filosofis. Selain menghadiri undangan, Babinsa juga
aktif melakukan pemantauan dan pendampingan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan
berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Babinsa juga memastikan proses
penilaian ogoh-ogoh dapat berlangsung secara objektif sesuai dengan ketentuan
serta kriteria yang telah disepakati oleh panitia dan tim juri.
Kehadiran
Babinsa di tengah kegiatan budaya masyarakat merupakan wujud nyata dukungan TNI
terhadap pelestarian tradisi lokal sekaligus memperkuat sinergi antara aparat,
pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keajegan budaya Bali.
Turut hadir
dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, Camat
Blahbatuh yang diwakili Kasi Trantib Ngakan Bawana, Perbekel Desa Bona I Gusti
Nyoman Gede Susila, Babinsa Desa Bona, Ketua BPD Desa Bona I Gusti Ngakan
Darma, Wakil Bendesa Adat Bona I Gusti Agus Susana, Ketua Sanggar Paripurna I
Made Sidia, para Kepala Kewilayahan se-Desa Bona, Ketua Pemuda se-Desa Bona,
serta mahasiswa dari Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Melalui
kegiatan ini diharapkan semangat gotong royong, kreativitas generasi muda,
serta kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh, sehingga tradisi ogoh-ogoh
tetap lestari dan menjadi bagian penting dalam menyambut Nyepi setiap tahunnya.
(Pendim
1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar