Gianyar – Ubud, Kamis (22/1/2026)
Wujudkan kepedulian dan tanggung jawab aparat
kewilayahan, Babinsa Desa Kedewatan Koramil 1616-02/Ubud Peltu Ida Bagus Didi
Kesuma bersama Bhabinkamtibmas Desa Kedewatan Aiptu I Nyoman Sutama dan
Pecalang Desa Adat Payogan melaksanakan kegiatan pengamanan serta pengaturan arus
lalu lintas dalam rangka Upacara Ngaben perorangan salah satu tokoh agama
setempat, almarhum Jero Mangku Wayan Pudak (72 tahun), yang meninggal dunia
karena sakit.
Upacara Ngaben yang digelar oleh keluarga besar Desa Adat
Payogan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar tersebut berlangsung
dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara
Melaspas sarana Padma (wadah), dilanjutkan dengan prosesi Nyiramin Layon
(jenazah) di rumah duka.
Usai seluruh rangkain ritual adat dilaksanakan di rumah
duka selanjutnya, jenazah almarhum Jero Mangku Wayan Pudak diusung menggunakan
sarana Padma oleh keluarga dan warga Desa Adat Payogan menuju Kuburan Desa Adat
Payogan. Sepanjang jalur prosesi, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang
melaksanakan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas guna memastikan
iring-iringan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat
serta pengguna jalan lainnya.
Setibanya di kuburan Desa Adat Payogan, rangkaian upacara
dilanjutkan dengan prosesi Pitra Yadnya hingga pelaksanaan kremasi atau
pembakaran jenazah. Seluruh rangkaian upacara dipuput oleh Ida Sri Mpu dari
Griya Getasan, Denpasar, sesuai dengan tata upacara adat dan tradisi agama
Hindu Bali.
Dengan kesiapsiagaan aparat kewilayahan serta peran aktif
Pecalang Desa Adat Payogan, seluruh rangkaian Upacara Ngaben dapat berlangsung
dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak
hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi wujud nyata dukungan TNI
terhadap pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Bali.
(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar