Gianyar – Tampaksiring, Kamis
(15/1/2026)Sebagai wujud penghormatan terakhir atas jasa, dedikasi, dan
pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara, TNI melalui Kodim 1616/Gianyar
menggelar Upacara Persemayaman dan Perabuan secara Militer jenazah Alm. Pelda
(Purn TNI) I Wayan Ledang, yang beralamat di Banjar Padangsigi, Desa Sanding,
Kecamatan Tampaksiring. Almarhum menghembuskan napas terakhir di RSUD Klungkung
pada Senin, 29 Desember 2025 pukul 00.20 Wita karena sakit.
Upacara persemayaman dan perabuan secara
militer tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri oleh Perwira Staf
dan para Danramil jajaran Kodim 1616/Gianyar, personel militer dan PNS Kodim
1616/Gianyar, personel Yonzipur 18/YKR, anggota LVRI Kabupaten Gianyar,
Perbekel Desa Sanding Kompyang Ambarayusa beserta staf, Babinsa Desa Sanding,
anggota Koramil 1616-03/Tampaksiring Koptu Komang Agus Brono Mas,
Bhabinkamtibmas Desa Sanding Aiptu Ketut Sujarma, Bendesa Adat Sanding beserta
prajuru adat se-Desa Sanding, keluarga almarhum, serta warga masyarakat Banjar
Padangsigi.
Dalam upacara tersebut, bertindak
selaku Inspektur Upacara Kapten Inf Hengky Histoveri, Komandan Upacara Letda
Cpl I Made Murtono, Perwira Upacara Kapten Inf Karel AP, Pembawa Acara PNS
Santiari, serta Perwira Keamanan Pasi Intel Kodim 1616/Gianyar.
Kesatuan upacara terdiri dari pasukan
bersenjata Yonzipur 18/YKR satu regu dan Kodim 1616/Gianyar satu pleton.
Sementara pasukan tanpa senjata meliputi PNS Kodim 1616/Gianyar satu regu,
anggota LVRI Kabupaten Gianyar, personel pendukung upacara, regu salvo sebanyak
delapan orang, pengusung jenazah enam orang, pembawa foto almarhum satu orang,
pengantar kehormatan empat orang, serta pembawa karangan bunga satu orang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan
pelaksanaan upacara adat dan agama Hindu di rumah duka. Selanjutnya
dilaksanakan prosesi militer berupa penyerahan jenazah dari pihak keluarga
kepada TNI untuk dilakukan upacara persemayaman dan perabuan secara militer.
Usai prosesi di rumah duka, jenazah diberangkatkan menuju setra/kuburan Banjar
Padangsigi, Desa Sanding.
Setibanya di setra, dilaksanakan
Upacara Perabuan secara Militer yang diawali dengan pembacaan riwayat hidup
singkat almarhum, Apel Persada, tembakan salvo sebagai tanda penghormatan
terakhir, peletakan karangan bunga oleh Inspektur Upacara, sambutan Inspektur
Upacara, sambutan perwakilan keluarga, pembacaan doa, penghormatan terakhir
kepada jenazah, serta penyerahan Bendera Merah Putih dan dokumen Apel Persada
kepada ahli waris.
Pada pukul 13.30 Wita, seluruh rangkaian
Upacara Perabuan secara Militer dinyatakan selesai dan dilanjutkan dengan
prosesi upacara adat dan agama Hindu oleh pihak keluarga almarhum.
Upacara ini menjadi bentuk
penghormatan dan penghargaan tertinggi dari negara melalui TNI atas pengabdian
almarhum semasa hidupnya, sekaligus ungkapan belasungkawa mendalam kepada
keluarga yang ditinggalkan.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar