Gianyar – Sukawati Kehadiran
Babinsa sebagai aparat teritorial kembali dirasakan langsung manfaatnya oleh
masyarakat. Pada Rabu, 21 Januari 2026, Babinsa Desa Batubulan Kangin Koramil
1616-05/Sukawati, Serka I Nengah Metra, dengan sigap turun langsung ke wilayah
Banjar Batuaji, Desa Batubulan Kangin, menyusul terjadinya bencana alam angin
puting beliung yang disertai hujan dan angin kencang.
Peristiwa bencana alam tersebut terjadi secara tiba-tiba dan
mengakibatkan kerusakan cukup parah pada sejumlah bangunan rumah warga serta
beberapa bangunan suci berupa sanggah dan pelinggih. Dampak terparah dialami
oleh beberapa warga yang rumah tinggal maupun tempat ibadah keluarganya
mengalami kerusakan berat, sementara belasan rumah lainnya tercatat mengalami
kerusakan ringan. Meski kerugian materiil cukup besar, dalam kejadian ini tidak
terdapat korban jiwa.
Sejak awal kejadian, Babinsa Batubulan Kangin langsung
berada di tengah masyarakat untuk memastikan kondisi warga, melakukan pendataan
awal, serta membantu menenangkan warga yang terdampak. Sikap cepat tanggap
Babinsa ini menjadi bukti nyata peran TNI yang selalu hadir bersama rakyat,
khususnya saat masyarakat menghadapi musibah dan situasi darurat.
Adapun warga yang mengalami kerusakan berat antara lain I
Wayan Cok Ariana dengan kerusakan pada bangunan sanggah/pelinggih dan rumah
tinggal, I Made Untung Antara yang mengalami robohnya beberapa bangunan sanggah
serta bale, I Made Kasna dengan kerusakan balai dangin, sanggah, dan atap
bangunan yang terbang, serta I Ketut Monjong yang mengalami kerusakan paling
parah dengan robohnya bale piyasan, puluhan sanggah/pelinggih, dan seluruh atap
bangunan. Selain itu, kerusakan juga dialami oleh Balik Juniawan, I Wayan
Riana, bangunan Bale Mangku di Pura Penataran Batuaji, serta garasi mobil milik
I Made Jono. Total kerugian materiil dari keseluruhan dampak bencana tersebut
mencapai miliaran rupiah.
Di tengah kondisi tersebut, Babinsa tidak hanya berperan
dalam pemantauan dan pengamanan wilayah, tetapi juga aktif mendorong semangat
gotong royong warga. Sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari BPBD
Kabupaten Gianyar, Babinsa bersama masyarakat setempat bahu-membahu
membersihkan puing-puing bangunan, menyingkirkan material yang berserakan,
serta memastikan lingkungan sekitar tetap aman dan tidak membahayakan warga.
Kehadiran Babinsa di lokasi bencana memberikan rasa aman dan
kepercayaan kepada masyarakat bahwa negara hadir di tengah mereka. Koordinasi
yang dilakukan Babinsa dengan aparat desa dan unsur terkait juga menjadi
langkah penting agar penanganan pascabencana dapat berjalan secara terarah dan
tepat sasaran.
Melalui kejadian ini, peran Babinsa sebagai ujung tombak
satuan teritorial kembali menegaskan komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat
tanpa pamrih. Babinsa tidak hanya menjalankan tugas pengamanan wilayah, tetapi
juga menjadi penggerak solidaritas sosial, penguat mental warga, serta
penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dalam penanganan bencana alam.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar